ingin dapat uang join yuk..... ke peoplestring gratisss

Sabtu, 20 Februari 2010

SEJARAH VESPA

A.PENDAHULUAN
Model scooter yang diproduksi Piaggio diluncurkan pada tahun 1945. konstruksi dan desain bodinya cukup sederhana. Dalam sejarah perkembangannya model Scooter pertama ini selain digunakan untuk alat transportasi orang, digunakan pula sebagai alat angkutan barang dengan pemasangan bak penyimpanan barang di bagian belakangnya.
Tahun 60–an sampai 60–an model Scooter vespa telah mengalami perkembangan yang ditandai dengan pemasangan lampau di bagian atas (pada stang kemudi), yang dilengkapi pula dengan speedometer (pengukur kecepatan), dan lampu rem di belakang.

B.PEMBAHASAN
a.Lahirnya Vespa
Selama lebih dari tiga puluh tahun, terbukti bahwa skuter sebagai sarana transportasi yang murah. Namun hanya sedikit orang yang mengetahui latar belakang lahirnya motor legendaris tersebut.
Adalah Rinaldo Piaggio (1864 – 1938), tokoh dibalik kebesaran nama Vespa, sekaligus sebagai pendiri pabrikan Piaggio di tahun 1881. sebelum berkutat dalam produksi roda dua, pabrikan Italia ini sudah terlebih dahulu merancang kapal dan kereta api. Bahkan putra Rinaldo yang bernama Enrico Piaggio (1905 – 1965) berhasil mengelola pabrik pesawat milik keluarga. Sepeninggal Rinaldo pada tahun 1938, Enrico dan Armando saudaranya meneruskan usaha ayahnya dan membagi pengelolaan keempat pabrik Piaggio.
Masa kejayaan industri Piaggio sempat terpuruk saat meletusnya Perang Dunia II. Pabrik pesawat di kota Pontedera dan Pisa yang banyak memberikan kontribusi pada Angkatan Udara Italia, dijadikan target operasi militer pasukan Sekutu. Tepatnya tanggal 31 agustus 1943, kedua pabrik tersebut rata dengan tanah karena diluluhlantahkan oleh pesawat pembom Sekutu.
Namun semangat membangun belum juga pudar. Untuk keluar dari bencana ini cuma ada dua pilihan tersisa. Menutup pabrik atau mengalihkan produksi, dari pesawat ke produk massal. Maklum saja, kala itu perekonomian Italia mengalami keterpurukan dan daya beli masyarakat sangat rendah.
Dari sinilah kita bisa mensuritauladani kepemimpinan Enrico. Keinginan Enrico melanjutkan produksi pabrik yang telah menjadi puing – puing tersebut bukan didasari ambisi pribadi atau keluarganya. Tapi lebih didorong oleh semangat kebangkitan kembali Italia pacsa Perang Dunia II. Jelas untuk membangun dibutuhkan alat transportasi yang murah, dan gampang untuk membantu pekerja bergerak cepat.
Maka, dirancanglah skuter, sarana transportasi roda dua yang memenuhi tuntutan pertumbuhan pasar domestik di jaman recovery industrialisasi Italia. Meski demikian Enrico tidak melupakan desain bentuk yang sama sekali baru untuk menarik minat masyarakat kelas pekerja. Demi alasan itulah Enrico memanggil beberapa insinyur untuk mengaktualisasi rencananya.
Salah satunya adalah Corradino D’Asconia yang merancang prototype pertama motor skuter berjuluk MP5. tampaknya Enrico kurang puas dengan hasil karya insinyurnya dan memerintahkan untuk mendesain ulang. Selang beberapa hari Corradino kembali dengan desain model yang lain dan kali ini Enrico puas. Apalagi saat mendengar bunyi mesinnya “Sembruna una vespa (kedengarannya seperti tawon)”, teriak Enrico. Setelah mendapat hak patent tanggal 23 April 1946 nama Vespa pun resmi dipakai hingga sekarang.
Versi lain mengatakan Vittorio Casini dan Renzo Spolti – lah yang merancang prototype awal. Lantaran bentuknya yang mirip karakter komik Walt Disney, Donald Duck maka diputuskan memberi nama Paperino, sebutan Donald Bebek dalam bahasa Italia.
Keberhasilan vespa tak luput dari pengalamnnya sebagai pembuat pesawat terbang. Meski tidak berpengalaman merancang roda dua, tapi justru menjadi kelebihan mereka. Studi yang dilakukan banyak berorientasi pada probleme solving terhadap masalah yang dihadapi para pemilik motor. Misalnya saja soal penggantian ban, kopling yang digerakkan kaki, diamping poisisi mengemudi kurang nyaman. Selain itu dari pengalaman dibidang aeronautika, juga didapatkan penemuan spektakular lain, seperti sumbu roda yang mirip dengan roda pesawat terbang.
Di sektor struktur kerangka, Vespa juga terbilang unggul dibanding teknologi yang diaplikasi motor kebanyakan. Bahkan hingga saat ni struktur tanpa rangka dipandang lebih unggul ketimbang rangka steel box konvensional dan tubular. Terlebih sasis monocoque yang dipakai semua varian vespa sejak tahun 1946 telah banyak dialikasi motor balap.
Tidak hanya disitu. Soal desain bodi, Vespa juga terhitung unggul dalam hal keamanan. Desain open body memungkinkan wanita gampang mengendarainya tanpa harus mengkhawatirkan rok atau baju menyangkut gir atau terkena rantai. Bahkan ibu hamilpun dapat leluasa berkendara karena bidang terbuka yang luas.
Tak heran kalau hingga kurun waktu 1949 dilaporkan telah beredar 40.000 unit dijalanan Italia dan beberapa negara lain. Ditambah lagi setelah mendapat International License (ijin internasional), Enrico Piaggio memulai ekspansi ke negara lain. Puncaknya terjadi pada tahun 1988. Lebih dari 10 juta unit Vespa terjual dan teru beranjak naik hingga mencapai 15 juta unit.
Meski bukanlah produsen skuter yang pertama, namun bisa dikatakan Vespa buah karya Enrico Piaggio adalah yang paling sukses setelah bertahan dalam kurun waktu 50 tahun. Sebuah fenomena yang fantastis mengingat Vespa lahir dari puing– puing kehancuran Italia.

b.Corradino Dascanio
D'Ascanio memiliki gairah untuk penerbangan awal dan desain: pada usia lima belas tahun, setelah mempelajari teknik terbang dan rasio antara berat badan dan lebar sayap dari beberapa burung, ia membangun percobaan glider yang akan meluncurkan dari bukit-bukit dekat rumahnya kota.

Setelah lulus pada tahun 1914 dalam rekayasa mekanik di Politecnico di Torino, dia bergabung dalam divisi sukarela Angkatan Darat Italia berjudul "senjata of Engineers, Divisi Batalyon Aviatori" di Piedmont, di mana ia ditugaskan pengujian mesin pesawat. Diangkat sub-letnan pada tanggal 21 Maret 1915, D'Ascanio dikirim ke Perancis untuk memilih mesin rotary untuk diproduksi di Italia untuk Aeronautico corpo militare, kembali dengan kesepakatan untuk menghasilkan et Rhône Gnome dirancang Le Rhône.
Setelah beberapa kursus pelatihan pilot di Corsica pada Farman MF.7, ia kembali ke teknik, merancang paten perangkat pemantauan yang menghadap ke depan untuk meningkatkan pemantauan pemeliharaan dalam penerbangan skuadron (diperkirakan telah menyelamatkan nyawa lima puluh), dan ambil bagian dalam pencobaan peralatan radio pertama dipasang di pesawat Italia.
Pada 1916 D'Ascanio ditugaskan untuk bergabung Fabbrica Aeroplani Ing. O. Pomilio terlibat dalam pembuatan peralatan SP2, Tipe C, D Jenis dan lain-lain. Menyusul akhir Perang Dunia I, saudara-saudara Pomilio menjual perusahaan dan bergerak pada tahun 1918 dengan staf kunci, termasuk D'Ascanio, untuk Indianapolis di Amerika Serikat untuk membentuk Pomilio Brothers Corporation.
Antara perang
Setelah kembali ke Italia setelah satu tahun pada 1919, D'Ascanio lagi menetap di Popoli, berfokus pada mekanisme kontrol helikopter, melalui mana ia mendapatkan sejumlah paten. Pada tahun 1925 ia mendirikan sebuah perusahaan dengan Pietro Baron Trojani, yang ditugaskan oleh Kementerian dell'Aeronautica diproduksi pada tahun 1930 prototipe ketiga, yang coaxial D'AT3. Hal ini relatif besar memiliki dua mesin berbilah dua, counter-rotating rotor, dengan kontrol dicapai dengan menggunakan sayap bantu atau servo-tab pada tepi trailing blades, sebuah konsep yang kemudian diadopsi oleh desainer helikopter lain, termasuk Bleeker dan Kaman. Tiga baling-baling kecil yang dipasang di badan pesawat yang digunakan untuk mengendalikan tambahan pitch, roll, dan yaw. Dipiloti oleh Marinello Nelli pada Oktober 1930 di Bandar Udara Ciampino, mesin ini diselenggarakan sederhana Aéronautique Fédération Internationale kecepatan dan ketinggian catatan untuk sementara waktu, termasuk ketinggian (18 m), durasi (8 menit 45 detik) dan jarak terbang (1.078 m).
Namun, selama masa Depresi, di mana fasis pemerintah Benito Mussolini berkonsentrasi pada "standar" item produksi, perusahaan runtuh pada tahun 1932, dan D'Ascanio bekerja untuk Enrico Piaggio di perusahaan ayahnya, merancang berbagai sukses kecepatan tinggi dapat disesuaikan pitch propellors untuk Piaggio Aero. [3] Karyanya dianggap begitu penting selama Perang Dunia II, ia dipromosikan menjadi Jenderal dalam Regia Aeronautica, dan memulai kembali pengembangan helikopter di bawah instruksi dari Presiden Piaggio Spa, Enrico Piaggio dari 1942.
Setelah Perang
Seperti banyak orang Italia, D'Ascanio mendapati dirinya menganggur - Piaggio pabrik yang hancur melalui pengeboman Sekutu. Lebih buruk lagi, Italia berada di bawah kesepakatan untuk tidak penelitian atau menghasilkan teknologi kedirgantaraan militer atau untuk sepuluh tahun, dan jadi ia bekerja lagi di Italia. Didekati oleh pra-perang pabrikan tabung Ferdinando Innocenti, yang melihat masa depan yang murah transportasi swasta dan memutuskan untuk memproduksi sebuah motor skuter - bersaing pada biaya dan cuaca perlindungan terhadap sepeda motor di mana-mana.


The motor skuter
Ferdinando Innocenti D'Ascanio memberikan tugas merancang sederhana, kuat dan terjangkau kendaraan. Kendaraan harus mudah untuk drive untuk laki-laki dan perempuan, mampu membawa penumpang, dan tidak mendapatkan driver-nya pakaian kotor. D'Ascanio, yang membenci sepeda motor, dirancang kendaraan revolusioner. Itu dibangun di atas tiang-frame dengan gigi stang perubahan, dan mesin yang dipasang langsung pada roda belakang. Perlindungan depan "perisai" terus penunggang kering dan bersih dibandingkan dengan ujung depan yang terbuka pada sepeda motor. The pass-through desain kawasan kaki diarahkan terhadap semua kelompok pengguna, termasuk perempuan, rok yang mengendarai sepeda motor membuat tantangan. Garpu depan, seperti roda pendaratan pesawat, diperbolehkan untuk roda mudah berubah. Transmisi mesin internal menghilangkan rantai motor standar, sumber minyak, kotoran, dan estetika kesengsaraan. Desain dasar ini memungkinkan serangkaian fitur yang akan digunakan pada frame, yang nantinya cepat memungkinkan pengembangan model-model baru.
Namun, D'Ascanio berselisih dengan Innocenti, yang ingin memproduksi sosoknya dari berguling tabung, daripada berdebat dicap bingkai, sehingga memungkinkan dirinya untuk menghidupkan kembali kedua bagian dari pra-perang perusahaan. D'Ascanio umum memisahkan dirinya dengan Innocenti, dan mengambil desain langsung kepada Enrico Piaggio, yang menghasilkan berbingkai berdebat Vespa dari 1946. Innocenti, yang dihadapi oleh masalah desain dan masalah-masalah produksi tabung mengelilingi bingkai, menghasilkan Lambretta dari 1947 . Dalam dekade sejarahnya, skuter Vespa telah menjadi salah satu merek yang paling terkenal di seluruh dunia desain, dengan 16 juta unit diproduksi dalam 130 model yang berbeda seperti tahun 2005.
c.Vespa Legendaris
1.Sejarah Vespa Kongo
Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “untuk berdamai maka mulailah perang.” Akhir sebuah peperangan ataupun konflik di sebuah wilayah selain membuahkan perdamaian, kadang juga tidak pernah terduga. Keadaan yang tidak terduga ini dapat berupa macam-macam bahkan tidak masuk akal, diantaranya adalah semakin populernya salah satu jenis kendaraan roda dua yakni Vespa

Sejarah Vespa Congo
Seperti telah kita sama-sama ketahui, perang yang berkecamuk di benua Afrika dalam dekade 1960’an memberikan dampak yang irasional terhadap popularitas Vespa khususnya di tanah air tercinta ini. Sebagai bagian dari kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia, maka setelah berakhirnya Perang Congo (negara ini beberapa kali berganti nama Congo, Zaire, Congo) tanggal 31 Juli 1960 PBB mendaulat Republik Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Negara Congo. Wujud kepedulian yang tinggi atas perdamaian dimuka bumi, Bangsa Indonesia mengutus pasukan terbaiknya ke Congo dengan sandi Pasukan Garuda Indonesia melalui beberapa kali pendaratan.
Setelah tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian diselesaikan, Pasukan Garuda Indonesia menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia, dimana salah satunya berupa Vespa (dari beberapa sumber mengatakan bahwa dalam pemberian itu juga ada yang berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Terlihat disini Vespa sesungguhnya telah mengikat kita (para scooteris) dengan bangsa kita dalam kancah internasional, walaupun tidak pernah tertulis dalam tinta emas sejarah republik ini.
Menarik disimak bahwa penghargaan Vespa tersebut juga tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran. Beberapa sumber mengatakan bahwa untuk Vespa yang berwarna hijau 150 cc ditujukan bagi tentara yang lebih tinggi tingkat kepangkatannya, sementara yang berwarna kuning dan biru 125 cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah. Selain itu guna melengkapi jati diri atas Vespa dimaksud juga di sematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan, pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya.
Setelah itu maka pada tahun-tahun tersebut ramailah Vespa dengan sebutan Vespa Congo berseliweran di jalan-jalan, sebuah Vespa baru yang menambah tipe Vespa sebelumnya telah hadir. Kondisi ini ternyata juga memberikan dampak positif bagi penjualan Vespa di tanah air saat itu. Vespa Congo yang berbentuk bulat telah memberikan konstribusi berupa iklan gratis bagi importir Vespa di Indonesia. Perkembangan ini kemudian menimbulkan semacam stigma disini bahwa Vespa yang berbentuk bulat ya…Vespa Congo.
Jadi jangan heran apabila saat ini generasi sebelum kita menyebut Vespa bulat dengan sebutan Vespa Congo, walaupun Vespa yang dimaksud sesungguhnya adalah Vespa keluaran tahun 1962 atau Vespa keluaran tahun 1965.
Seiring dengan perjalanan waktu maka mulailah sebuah evolusi kepunahan atas Vespa Congo di tanah air terjadi. Banyak sebab yang menjadikan hal tersebut terjadi, seperti telah dijualnya Vespa dimaksud oleh pemilik aslinya atau ada beberapa bagian yang rusak berat sehingga sangat sulit untuk diperbaiki. Hal ini mengingat terbatasnya jumlah Vespa jenis tersebut yang disebabkan keberadaannya juga sangat signifikan dengan jumlah tentara kita yang menerima. Walaupun penulis pernah menemui Vespa jenis tersebut yang bukan milik Pasukan Garuda Indonesia (sepertinya pernah juga Vespa jenis tersebut masuk ke Indonesia melalui importir Vespa waktu itu ), namun tetap saja pasokan akan suku cadang maupun hal-hal lain yang menyertainya, seperti spakbor depan atau speedo meternya sangat minim tersedia. Tidak demikian halnya dengan Vespa jenis lain yang masih banyak diproduksi walaupun oleh rumah produksi lokal.
2.Vespa T.A.P.
Pada saat terjadinya konflik di Algeria dan Indocina tahun 1959. pabrikan vespa di Perancis, ACMA memproduksi seri militer berlabel T.A.P. (Troupes Aero Portees).
Model ini dilengkapi dengan piston yang lebih besar (150 cc). Spek mesin ini diproyeksikan mampu mengusung laras kanon yang dipasang menembus legshield (dek depan). Menurut sumber ACMA, kanon ini dapat ditembakkan saat skuter dijalankan.

Saat pertempuran, biasanya Vespa ini diterjunkan dengan parasut. Itulah kenapa model ini diterjunkn dengan parasut. Itulah kenapa model ini dilengkapi bumper berbentuk tubular yang berfungsi melindungi bodi dari benturan.
Menurut catatan, ada kurang lebih 800 unit dibuat 2 versi yaitu TAP 56 dan 59.
d.Perawatan Rutin Vespa
Seperti umumnya kendaraan vespa juga butuh perawatan rutin utamanya seervice.
1.Busi
Pematik api sering mengalami penumpukan kotoran sisa pembakaran akibatanya api yang dihasilkan kurang bagus. Untuk membersihkannya cukup mudah, dengan melepas busi dan ujung elektroda digosok dengan kertas amplas dan diatur celah businya 0,6–0,7 mm.
2.Kenalpot
Sebagai pelepas sebagai pelepas gas buang sekat didalamnya dihinggapi korbon sisa pembakaran jika dibiarkan dampaknya adalah tenaga hilang, bensin boros dan cepat panas dan menimbulkan polusi yang berlebih. Untuk membersihkan kerak maka digunakan api las untuk membakar kerak didalam kenalpot.

3.Karburator
Perangkat penyabut bensin ini paling gampang dimasuki debu dan dampaknya jarum – jarum di dalamnya bersumbat, untuk membersihkannya lepas jarang dan disemprot udara dari kompresor.
4.Kepala silinder dan blok silinder
Kerang yang ada di kepala sinder bisa memicu detonasi yang berakbat mesin cepat panas. Untuk membersihkannya lepas kepala seilinder lalu gosok dengan kereta amplas
Sewaktu membersihkan kepala silinder, blek juga dilepas dan bersihkan kotoran yang menghambat aliran bahan bakar dengan bersih lalu digosok dengan kertas amplas.

C.PENUTUP
Sejak pertama dibuat Vespa dirancang untuk semua kalangan masyarakat mulai dari kaum pekerja, ibu rumah tangga bahkan militer. Disainnya yang unik dan mudah di kendarai, kendaraan ini juga kuat karena terbuat dari bahan baja dan kuat di segala Medan.
Dari tahun 1946 sampai dengan sekarang, Piaggio selalu berinovasi dan mengembangkan teknologi. Mulai dari penyempurnaan mesin konvensional sampai ramah lingkungan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin maju.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Buku Pegangan Untuk Bengkel Bab Tambahan Vespa P 150 X. Jakarta : PT. Danmotor Vespa Indonesia

http://en.wikipedia.org/wiki/Corradino_D'Ascanio

Juhana, Ohan danM. Suratman,. 1999. Teknik Reparasi Vespa. Bandung :Pustaka Setia

OTOPLUS edisi 19/II, Minggu Kedua November 2004

www.sejarahvespa.com

Tidak ada komentar:

Mau uang????!!!!! Klik link dibawah ini

Dapatkan uang dengan klik link ini

IKLAN