Selasa, 17 Februari 2009
Akankah datang sebuah keberhasilan?
Kapan keberhasilan itu datang...
Setiap manusia diciptakan di bumi ini telah dibekali dengan akal pikiran. Tinggal bagaimana kita mengaplikasikan akal pikiran kita? Newton melakukan beribu-ribu percobaan dia gagal akan tetapi dengan keteguhan hati dan rasa penasaran Newton hingga ankhirnya Newton menemukan keberhasilan dengan penemuan-penemuannya. Bung Karno dan Pemuda-pemuda Indonesia dengan berjuang gigih dan kepercayaan diri yang tinggi membawa Bangsa Indonesia ketitik puncak Kemerdekaan. Semangat Newton dalam melakukan percobaan dan perjuangan Bung Karno dan Pemuda Indonesia patut kita contoh untuk semangat dalam meraih keberhasilan. Kita tidak usah ragu dan takut akan kegagalan dalam meraih sebuah keberhasilan... Mari bersemangat dalam meraih keberhasilan dan kesuksesan hidup... Bangkitlah kaum pemuda hari esok cerahmu telah menanti....
Sabtu, 14 Februari 2009
Penting kekompakan dalam organisasi
Nasib Pensiunan Perhutani
Nasib Pensiunan Perhutani
Oleh : A. Kafi
Pembayaran pensiunan Perhutani oleh PT wana arta, terjadi tentunya karena ada suatu kontrak / perjajian antara pihak perum perhutani dengan PT wana arta, yang terkait dengan pembayaran pension kepada karyawan perhutani yang telah purna tugas. Penulis sendiri seperti umumnya sebagian terbesar para purna tugas karyawan perhutani sebagai pihak yang terkait tidak mengetahui secara lengkap isi perjanjian / kontrak yang di buat apkah hak-hak yang diterima oleh para purna tugas perhutani tersebut, karena yang sepanbjang penulis ketahui hal itu tidak pernah disosialisasikan kepada para pensiunan perhutani
Yang pasti ialah bahwa sebagaimana lahirnya suatu asuransi, besarnya uang pertanggungan (d.h.i . besarnya pension yang akan diterima), pasti sangat tergantung kepada besarnya premi yang di bayar oleh perhutani kepada PT wana arta.
Dengan demikian, maka untuk adanya kenaikan tentunya juga sangat tergantung kepada pihak perhutani, karena pihak perhutanilah yang seharusnya menanggung jaminan pension para karyawannya yang telah purna tugas. Kini “ bola kenaikan pensiun “ barada di tangan perhutani.apakah bola ini akan dimainkan secara arif dan bijaksana, sehingga dapat menghasilkan “goal” dengan naiknya pensiunan perhutani khususnya yang dibayarkan lewat PT wana arta.
Mudah – mudahan dijajaran manajemen perhutanikhususnya dan pihak – pihak terkait yang berwenang masih ada “ hati nurani “ terhadap para pensiunan perhutani, lebih – lebih lagi dengan mengingat usaha perhutani dibidang kehutanan adalah: apa yang dipanen / ditebang / dipungut sekarang ini, merupakan juga hasil cucuran keringat dari generasi – generasi pendahulunya.
Penulis percaya dan yakin para pimpinan manajemen perhutani dan pihak – pihak berwenang yang terkait masih mempercayai ”hati nurani” sehuingga masih peduli sebagai sesama rimbawan, lebih – lebih kita semua ini hidup didalam Negara yang menganut ”welfarer state” namun demikian meskipun kita semua para purna tugas masih percaya sepenuhnya bahwa jajaran manajemen perhutani, namun tidaklah berlebihan apabila HPK (himpunan pensiunan kehutanan), sebagai satu – satunya wadah para pensiunan kehutanan, untuk terus mendesak dengan menggalang kerja sama dengan organisasi PWRI sebagai organisasi seluruh pensiunan pegawai negeri sipil, serta organisasi SEKAR (serikat karyawan perhutani ) yang anggota - anggotanya pada saatnya juga akan pension.
Terkait erat dengan masalah ”jaminan hari tua” sebagaimana dimaksud dalam undang - undang yang tersebut diatas, disamping masalah ”besarnya uang pensiun” yang gambaranya sebagaimana diatas, maka masalah “jaminan perawatan kesehatan” para purna tugas karyawan perhutani sebagaimana jaminan ASKES / asuransi kesehatan yang diterima oleh para PNS (pegawai negeri sipil).
Jaminan asuransi kesehatan bagi pensiunan karyawan perhutani, terutama yang pensiun sebelum tahun 1998, sama sekali tidak ada. Masih agak beruntung bagi mereka yang pensiun tahun 1998 dan sesudahnya masih ada jaminan ”asuransi rawat inap” (ARIP), antara perhutani dengan PT asuransi bumi putera, meskipun akhir – akhir ini pembayaran klaim nya agak tersendat – sendat (sampai satu tahun lebih) baru dibayarkan. Apakah hak – hak yang diterima oleh tertanggung / para pensiunan PHT, sebagian besar para pensiunannya tidak memahamisecara lengkap dan jelas karena memang tidak pernah di sosialisasikan kepada para karyawan yang telah pensiun.
Yang diketahui adalah bahwa klaim diajukan lewat KPH terdekat dan dikirim ke
Jaminan perawatan kesehatan bagi para pensiunan ini sangat penting dan mendesak, mengingat sama – sama kita maklumi bahwa semakin tua kondisi fisik semakin menurun, sehingga memerlukan perawatan kesehatan yang lebih baik agar terjamin kesehatannya dan tidak menambah beban penderitaan dihari tua. Mengurusi jaminan perawatan kesehatan bagi para pensiunan perhutani, hendaknya juga diperluas bukan hanya terhadap mereka yang pensiun sejak 1998, tetapi juga diberikan kepada mereka yang pensiun sebelum tahun 1998
Disamping itu prosedur mengajuan penggantian / klaim dapat lebih dipercepat peleksanaannya sehingga lebih dirasakan manfaatnya langsung. Hal inipun menjadi agenda perjuangan HPK (himpunan pensiunan kehutanan) untuk tidak jemu – jemunya terus mengusahakan adanya perbaikan – perbaikan oleh pihak berwenang.
Kepada para pensiunan kehutanan, khususnya para pensiunan perhutani penulis menyeru agar kita pensiunan perhutani bersatu padu dalam wajah HPK untuk bersama – sama memperjuangkan perbaikan para pensiunan perhutani.
Dan akhirnya kita semua harus yakin kebenaran bunyi ayat Al- Qur’an,
”Innal laaha laa yughayiru maa biqaumin hattaa yughayyiru ma bianfusirim”.
Yang artinya kurang lebih seperti berikut:
”Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu bangsa / kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”
(Akf/02/09)
Senin, 09 Februari 2009
That Is Physics?
Physics is the science of studying the basic nature and the interaction between material and radiation.
Physics is the science that is based on the experimental observation and quantitative measurement (Scientific Method).
Classical physics
Position and momentum particles can be determined precisely
space and time are two things that separate
Quantum physics
Pastian the position and momentum particles
space and time is one unit
Minggu, 30 November 2008
FISIKA KLASIK
Fisika adalah ilmu yang mempelajari struktur dasar dan proses yang terjadi pada materi dan energi . Salah satu tujuan Fisika adalah memberikan gambaran yang eksak tentang dunia nyata. Yang dicari adalah metode untuk mengamati benda terkecil di dunia. Walaupun fisika telah berkembang selama berabad abad, perkembangannya secara besar-besaran terjadi dalam zaman Renaisance dan Pencerahan yang menjadi titik tolak dimulainya zaman modern. Sebelumnya sains berkembang di bawah bayang-bayang dominasi agama.
Dasar perkembangan besarnya diletakkan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727) melalui teori-teori dan tetapan-tetapan yang kemudian berkembang dalam tradisi fisika Newtonian. Bagi Newtonian, alam semesta ini hanya terdiri dari tiga realitas yaitu materi, ruang dan waktu. Materi tersusun atas atom-atom yang terikat untuk selama-lamanya. Sementara itu ruang dan waktu sifatnya absolut, artinya akan selalu ada andaikata materi di alam semesta ini musnah. Jadi ruang dan waktu tidak terbatas, universal dan absolut.
Walaupun sains menyatakan melepaskan diri dari filsafat, dinamika pandangan dunia modern cukup mempengaruhi para ilmuan dan fisikawan pada khususnya dalam kegiatan ilmiah mereka secara epistemologis. Mula-mula rasionalisme kemudian empirisme dan materialisme.
Rasionalisme mula-mula digagas oleh Rene Descartes (1596-1650) dengan semboyan cogito ergo sum (saya berfikir jadi saya ada). Rasio sangat dipentingkan. Dalam rasio terdapat ide-ide, dan dengan itu orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan realitas diluar rasio. Pengetahuan yang sejati harus bersumber dari rasio sehingga pengalaman inderawi merupakan pengenalan yang kabur.
Sebagai reaksi atas rasionalisme ini, muncullah suatu aliran baru yaitu empirisme yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalan. Apa yang ditangkap indera merupakan bentuk pengenalan yang paling jelas dan sempurna. Para penggagas empirisme ini antara lain Thomas Hobbes, John Locke, George Berkeley dan memuncak dalam pandangan David Hume (1711-1776). Hume sama sekali tidak memberi tempat untuk “aku” manusia selain dari pengalaman-pengalaman yang kemudian direspon dengan persepsi-persepsi inderawi.
Di kemudian hari, rasionalisme dan empirisme di kalangan fisikawan tersedot dalam sebentuk epistemologis yang materialistik . Walaupun Newton bukanlah seorang materialis, dia menggunakan materialisme sebagai metodologinya. Dalam tradisi fisikawan setelah Newton , walaupun tidak bisa diklaim bahwa sains sepenuhnya dikuasasi oleh materialisme, pengaruh materialisme sangat kuat dalam aktifitas ilmiah. Banyak saintis yang kemudian menyingkirkan segala kepercayaannya untuk dapat mengembangkan argumen ilmiahnya yang berasumsi bahwa materi merupakan satu-satunya yang nyata ada. Bahkan aspek-aspek yang berkaitan dengan aktifitas inderawi mental manusia juga dijawab secara fisikal. Thomas H. Huxley mengatakan : ”pikiran yang sedang saya ungkapkan dan juga pikiranmu mengenainya adalah perwujudan dari perubahan-perubahan molekuler”. Respon inderawi tidak lepas dari aktifitas molekuler dalam diri manusia. Rangsangan yang diterima indera menyebabkan perubahan materi dalam organ indera dan menimbulkan respon secara mekanis.
Mengenai aspek-aspek yang lebih luas misalnya tentang karya alam ini, pandangan fisika klasik tidak lepas dari hukum-hukum alam yang ditentukan oleh partikel-partikel pembentuk semesta. Dengan demikian materi adalah satu-satunya realitas yang dapat dipercaya dalam sains dengan hukum-hukumnya yang bersifat mekanistik dan reduksionistik. Akibatnya keberadaan seorang pengamat dalam sebuah kegiatan ilmiah, sama sekali terpisah dengan objek yang sedang diteliti.
Secara ringkas, kita dapat mencatat tiga karakteristik dari fisika klasik yang cukup vital sehubungan dengan maksud penulisan paper ini yaitu deterministik, reduksionistik dan realistik. Deterministik mengklaim bahwa masa depan suatu sistem, pada prinsipnya dapat diprediksi dari pengetahuan yang akurat tentang kondisi sistem itu sekarang. Semuanya harus terjadi karena memang harus terjadi dan tidak ada pilihan yang lain. Reduksionistik menyatakan bahwa perilaku sistem sepenuhnya dipengaruhi partikel-partikel terkecilnya. Dalam hal ini berlaku hukum sebab akibat. Dengan pandangan ini kita dapat mengetahui, mengapa air itu cair, karet lentur, besi keras, benda jatuh dan sebagainya. Realistik menganggap bahwa teori ilmiah dapat menggambarkan keadaan dunia sebagaimana adanya tanpa dipengaruhi pengamatnya. Para ilmuwan berusaha mengungkap kebenaran yang bisa diklaim seobjektif mungkin dan berlaku secara universal.